Pages

Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 April 2014

Mr.Crack, Idola yang tak terlupakan

Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie,
Siapa yang tidak mengenal beliau, kecuali jika kamu lahir di Era tahun 2000an, mungkin hanya tahu beliau sebagai Presiden RI ke 3 yang memimpin Indonesia hanya selama 517 hari di buku sejarah..

Aku nggak akan bahas pelajaran sejarah tentang perpolitikan beliau karena bukan itu yang akan aku bahas..
Bagiku,
Orang ini telah menjadi seorang idola,memberikan inspirasi dan motivasi tidak langsung bagi anak TK ingusan yang dahulu kala bercita-cita dan berangan-angan sebagai seorang pilot,
tulisan di blog ini punyaku, jelas aku lah yang bercita-cita,walau ngga kesampaian hehe..

Ketika itu,beliau adalah orang yang kuanggap paling jenius di indonesia ini , diatas para profesor, insinyur , pilot serta presiden..
(pemikiran "TK" ku dulu,menjadi presiden haruslah seorang yang jenius)

Membuat sebuah pesawat bagiku adalah hal yang sangat "Wah",prestasi yang sangat hebat..
bagaimana tidak, membuat pesawat kertas saja bagiku adalah hal yang paling sulit..
Perlu ketelitian dalam setiap lipatan, lekukan,bahan dan lebar kertas yang penuh perhitungan..
jika tidak,
maka bobot dari pesawat, lebar sayap, bentuk, bahan pesawat dan apalagi aku kurang paham bidang pesawat-pesawatan, sangat mempengaruhi jarak terbang, behavior atau perilaku saat dia terbang dan sebagainya aku juga kurang paham..
butuh bukti? coba saja buat pesawat kertas dari bahan kertas lipat,karton,kardus dengan bentuk dan lebar sayap yang berbeda..
analisa saja dari situ..

Di dunia pesawat-pesawatan yang aku bahas tadi,
Beliau telah menelorkan 46 paten..
sumbernya?
mungkin kurang valid, tp baru ini yang aku dapat..
Beberapa journal Beliau juga bisa dilihat dan dicari,

1. ON THE INTEGRATION OF krack PROPAGATION IN ELASTO-PLASTIC MATERIAL UNDER OPERATIONAL LOADS AND PLANE STRESSES, Z Flugwiss, Volume 22,
Issue 4, April 1974,
Pages 120-127
Habibie, Bacharuddin J.
Abstract

2. BEITRAG ZUR THEORETISCHEN BERECHNUNG VON SANDWICHBAUWEISEN MIT TUBUSKERN.
(Contribution to Theroretical Calculation of Sandwich Structures
with a Tube Core), Z Flugwiss, Volume 20, Issue 6, June
1972, Pages 213-220
Habibie, Bacharuddin J. Abstract

3. THERMOELASTIC REDUCTION FACTORS FOR TUBE SECTIONS,, Z Flugwiss,
Volume 18, Issue 7, July 1970, Pages 268-72
HABIBIE BJ
Abstract

Itu Journal apa ya?
itu adalah Journal yang digunakan seorang alumni sekaligus mantan dosen ITB untuk memperoleh gelar Phd nya..
silakan dibaca dan dilihat sendiri ya..
aku sendiri juga kurang paham..
dapat dari mana?
dari sini
siapa itu? 

dibawah ini adalah cuplikan video Pak B.J.Habibie waktu diwawancarai oleh seorang wartawan cerdas yang acaranya menjadi favoritku juga, Najwa Shihab..
Siapa dia? cari sendiri ya..:)




Sudah melihat?
jujur, aku hampir nangis ketika aku lihat Beliau ngucapin sumpah..
seakan akan ada unsur magis yang meluapkan hati dan memberikan rasa nasionalisme yang tinggi di dalamnya ketika beliau berucap..

beberapa hal positif yang aku terima dari kepemimpinan beliau adalah, 
jadilah pemimpin yang memecahkan masalah,
dan kita harus menjadi bangsa yang berdikari..

ahh, bapak memang seorang teladan yang hebat.. :)

jika ingin membaca tentang curhatan beliau ketika menerbitkan buku "Habibie & Ainun",
mengapa Pak Habibie kusebut Mr.Crack?
Karena terinspirasi dari judul dan isi dari tulisan Mbak Nove Ve di Kompasiana..

Sumpah Habibie

Sumpahku

Terlentang, jatuh, perih, kesal

Ibu pertiwi engkau pegangan 

Janji pusaka dan sakti

Tanah tumpah darahku

Makmur dan suci

Hancur badan tetap berjalan

Jiwa besar dan suci

Membawa aku padamu

Padamu Indonesia

Makmur dan suci

B.J.Habibie


Semoga kita selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.. 

Selasa, 11 Maret 2014

Jawaban yang Agak Plagiat

Beberapa waktu yang lalu saudaraku bertanya,
"ngopo to le, skripsimu kok diimbu, dipacari wae, mbok ndang dirampungke. golek kerjo, golek bojo." (dalam bahasa jawa)
 "kenapa to nak, skripsimu kok ditunggu, dipacari terus, secepatnya diselesaikan. cari kerja,cari istri." (dalam bahasa indonesia)
skripsiku memang berumur 1 tahun lebih,
Untuk anak teknik, mgkin ini biasa, dan biasa dijadikan olok-olok sebagai angkatan fosil.
cuss, jadi kaya flashback ke masa lalu yang ga lama amat.
inget sama perkataan seseorang saat baca artikel yang menjadi dalang dibalik kesuksesan roti ber-merk "Sari Roti".

"Saya percaya pada tiga hal: masa lalu, saat ini, dan masa depan. Hormati masa lalu, artinya Anda akan menghormati orangtua Anda, untuk nilai-nilai yang mereka tanamkan ke Anda, dan pengalaman yang mereka wariskan. Untuk saat ini, Anda harus disiplin, kerja keras, dan menggunakan bakat yang telah diberikan Tuhan. Terakhir, masa depan, yang merupakan visi dengan passion." - wendy yap

Lalu kujawab dengan mantap,
"Pakde, saat ini aku sedang bekerja keras, disiplin dan sedang menggunakan bakat yang telah diberikan Tuhan dalam mengerjakan skripsiku ini. doakan saja."
hehehe, jawaban yang agak plagiat.. :p

Rabu, 26 Februari 2014

Aku sudah menjadi kurus (sekarang)

Dulu,perawakanku memang tak sekurus teman - temanku. Kata mereka, " orang yang gendut itu mencerminkan kebahagiaan lho atau menunjukkan kemakmuran hidupnya, kalo ia agak gendut-an berarti bahagia". Mungkin ada benarnya juga, tapi tidak semua orang punya sudut pandang seperti itu. Misalnya aku, aku kurus karena stres. Aku gendut juga karena stres, makan pun jadi pelampiasan. Tapi sesungguhnya temanku, mereka hanya berpikir positif tentangku.

Ketika saudara datang,
mereka selalu bertanya, " Gendutan ya sekarang, kelihatannya bahagia. sudah punya pacar ya dek? "
Haduh, hanya senyum yang bisa aku presentasikan.
Padahal aku single fighter.
Aku single karena memang pilihanku, ingin menikmati kesendirianku dengan caraku.

Kata ibu,
"Kebahagiaanmu hanya kamu yang tahu, nang (anak lanang). 
Sungguh."

Kalau dipikir, ya ada benarnya juga ibu bilang gitu..
Menurutku lebih baik meningkatkan kualitas diri dengan menambah banyak teman dan kenalan. Melakukan hal yang belum pernah aku lakukan.
Mendaki gunung, camping di pantai, menjelajahi kota dan desa, menambah pengalaman baru dan sudah pasti bertemu orang - orang baru.
Sehingga hidupku tidak hanya terkungkung di dalam lingkaran hubungan 1 orang saja.
Mungkin karena pacaran waktu itu, masih style anak SMA.
Tahu sendirilah, pacaran jaman SMA itu ibaratnya dunia hanya milik berdua, yg lain ngontrak. 
Jadi ya kadang bahkan sering lupa main sama temen yang lain.

Kalau besok ada yang tanya, kemungkinan akan aku jawab seperti ini..
Aku akan single sampai saatnya tiba memilih seseorang yang paling ingin aku sayang, dapat saling memberi dan memahami.
Karena menurutku, pacarku adalah calon ibu dari anakku kelak.
Aku tak ingin yang sempurna, karena kesempurnaan ada dalam seseorang ketika ia menyadari kekurangannya.
Aku hanya ingin bersama seseorang yang bisa membahagiakan aku dan aku dapat membahagiakannya.

kata Epitectus, "Orang bijak adalah orang yang tidak bersedih hati untuk hal-hal yang belum dia miliki, tetapi dia mensyukuri yang dia miliki."

Rabu, 09 Mei 2012

Penasaran Lagu Nella Fantasia

Beberapa kali liat video di youtube tentang pencarian bakat di korea selatan sana.
cari aja deh ya, Choi Sung-Bong..
lumayan terenyuh juga liat kehidupan seseorang dan lagu yang dibawain bikin penasaran sampai bikin tulisan di blog.
yak lagu yang berjudul Nella Fantasia,
searching sana sini, akhirnya ketemu juga lagunya.
dinyanyikan oleh penyanyi italia (lupa namanya,kalo ga salah Gabriel Oboe,dalam soundtrack film the mission 1986,cmiiw :p ).

langsung saja yak liriknya..
tapi ini translate dari italia ke inggris,
cuman ketemu yang itu soalnya.. 
cari yang asli ntar aja yak.. -__-'

Nella Fantasia dalam bahasa Inggris:
In My Fantasy
In my fantasy I see a fair world,
Where everyone lives in peace and honesty.
I dream of a place to live that is always free,
Like a cloud that floats,
Full of humanity in the depths of the soul.
In my fantasy I see a bright world
Where each night there is less darkness.
I dream of spirits that are always free,
Like the cloud that floats.
In my fantasy exists a warm wind,
That breathes into the city, like a friend.
I dream of souls that are always free,
Like the cloud that floats,
Full of humanity in the depths of the soul
sumber : dari blog lain

Bagus ya ternyata.. :D
Kalo aja ada dunia yang indah kaya di lirik lagu ini.. 

liat videonya juga ada.. hehe


Kamis, 05 Januari 2012

Sepotong Senja Untuk Pacarku

sebuah cerpen yang memukau..
semoga teman-teman terinspirasi untuk menulis lagi..
aku tidak mengubah satupun dalam isi cerpen tersebut, karena kuambil dari webnya langsung, sukab.wordpress.com..
silakan menikmati.. :)



Alina tercinta,
Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

Alina yang manis, Alina yang sendu, Akan kuceritakan padamu bagaimana aku mendapatkan senja itu untukmu.

Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku. Di tepi pantai, di tepi bumi, semesta adalah sapuan warna keemasan dan lautan adalah cairan logam meski buih pada debur ombak yang menghempas itu tetap saja putih seperti kapas dan langit tetap saja ungu dan angin tetap saja lembab dan basah, dan pasir tetap saja hangat ketika kuusapkan kakiku ke dalamnya.

Kemudian tiba-tiba senja dan cahaya gemetar.
Keindahan berkutat melawan waktu dan aku tiba-tiba teringat padamu.
“barangkali senja ini bagus untukmu,” pikirku. Maka kupotong senja itu sebelum terlambat, kukerat pada empat sisi lantas kumasukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa memberikannya padamu.

Setelah itu aku berjalan pulang dengan perasaan senang. Aku tahu kamu akan menyukainya karena kamu tahu itulah senja yang selalu kamu bayangkan untuk kita. Aku tahu kamu selalu membayangkan hari libur yang panjang, perjalanan yang jauh, dan barangkali sepasang kursi malas pada sepotong senja di sebuah pantai di mana kita akan bercakap-cakap sembari memandang langit sambil berangan-angan sambil bertanya-tanya apakah semua ini memang benar-benar telah terjadi. Kini senja itu bisa kamu bawa ke mana-mana.

Ketika aku meninggalkan pantai itu, kulihat orang-orang datang berbondong-bondong, ternyata mereka menjadi gempar karena senja telah hilang. Kulihat cakrawala itu berlubang sebesar kartu pos.

Alina sayang,
Semua itu telah terjadi dan kejadiannya akan tetap seperti itu. Aku telah sampai ke mobil ketika di antara kerumunan itu kulihat seseorang menunjuk-nunjuk ke arahku.

“Dia yang mengambil senja itu! Saya lihat dia mengambil senja itu!”

Kulihat orang-orang itu melangkah ke arahku. Melihat gelagat itu aku segera masuk mobil dan tancap gas.

“Catat nomernya! Catat nomernya!”

Aku melejit ke jalan raya. Kukebut mobilku tanpa perasaan panik. Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu dan hanya untukmu saja Alina. Tak seorang pun boleh mengambilnya dariku. Cahaya senja yang keemasan itu berbinar-binar di dalam saku. Aku merasa cemas karena meskipun kaca mobilku gelap tapi cahaya senja tentu cukup terang dilihat dari luar. Dan ternyata cahaya senja itu memang menembus segenap cahaya dalam mobilku,sehingga mobilku itu meluncur dengan nyala cemerlang ke aspal maupun ke angkasa.

Dari radio yang kusetel aku tahu, berita tentang hilangnya senja telah tersebar ke mana-mana. Dari televisi dalam mobil bahkan kulihat potretku sudah terpampang. Aduh. Baru hilang satu senja saja sudah paniknya seperti itu. Apa tidak bisa menunggu sampai besok? Bagaimana kalau setiap orang mengambil senja untuk pacarnya masing-masing? Barangkali memang sudah waktunya dibuat senja tiruan yang bisa dijual di toko-toko,dikemas dalam kantong plastik dan dijual di kaki lima. Sudah waktunya senja diproduksi besar-besaran supaya bisa dijual anak-anak pedagang asongan di perempatan jalan.

“Senja! Senja! Cuma seribu tiga!”

Di jalan tol mobilku melaju masuk kota.Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung di mana-mana. Cahaya kota yang tetap gemilang tanpa senja membuat cahaya keemasan dari dalam mobilku tidak terlalu kentara. Lagi pula di kota, tidak semua orang peduli apakah senja hilang atau tidak. Di kota kehidupan berjalan tanpa waktu, tidak peduli pagi siang sore atau malam. Jadi tidak pernah penting senja itu ada atau hilang. Senja cuma penting untuk turis yang suka memotret matahari terbenam. Boleh jadi hanya demi alasan itulah senja yang kubawa ini dicari-cari polisi.

Sirene polisi mendekat dari belakang. Dengan pengeras suara polisi itu memberi peringatan.

“Pengemudi mobil Porsche abu-abu metalik nomor SG 19658 A, harap berhenti. Ini Polisi. Anda ditahan karena dituduh telah membawa senja. Meskipun tak ada aturan yang melarangnya, tapi berdasarkan…”

Aku tidak sudi mendengarnya lebih lama lagi. Jadi kubilas dia sampai terpental keluar pagar tepi jalan. Kutancap gas dan menyelip-nyelip dengan lincah di jalanan. Dalam waktu singkat kota sudah penuh raungan sirene polisi. Terjadi kejar-kejaran yang seru.Tapi aku lebih tahu seluk-beluk kota, jalanan dengan cahaya yang bernmain warna, gang-gang gelap yang tak pernah tercatat dalam buku alamat, lorong-lorong rahasia yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang di bawah tanah.

Satu mobil terlempar di jalan layang, satu mobil lain tersesat di sebuah kampung, dan satu mobil lagi terguling-guling menabrak truk dan meledak lantas terbakar.Masih ada dua polisi bersepeda motor mengejarku. Ini soal kecil. Mereka tak pernah bisa mendahuluiku, dan setelah kejar-kejaran beberapa lama, mereka kehabisan bensin dan pengendaranya cuma bisa memaki-maki. Kulihat senja dalam saku bajuku. Masih utuh. Angin berdesir. Langit semburat ungu. Debur ombak menghempas ke pantai. Hanya padamulah senja ini kuserahkan Alina.

Tapi Alina, polisi ternyata tidak sekonyol yang kusangka. Di segenap sudut kotak mereka telah siap siaga. Bahkan aku tak bisa membeli makanan untuk mengisi perutku. Bahkan di langit tanpa senja, helikopter mereka menyorotkan lampu di setiap celah gedung bertingkat. Aku tersudut dan akhirnya nyaris tertangkap. Kalau saja tidak ada gorong-gorong yang terbuka.

Mobilku sudah kutinggal ketika memasuki daerah kumuh itu. Aku berlari di antara gudang, rumah tua,tiang serta temali. Terjatuh di atas sampah, merayapi tangga-tangga reyot, sampai seorang gelandangan menuntunku ke suatu tempat yang tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.

“Masuklah,” katanya tenang, “disitu kamu aman.

Ia menunjuk gorong-gorong yang terbuka itu. Ada tikus keluar dari sana. Banya bacin dan pesing. Kutengok ke bawah. Kulihat kelelawar bergantungan. Aku ragu-ragu.Namun deru helikopter dengan lampu sorotnya yang mencari-cari itu melenyapkan keraguanku.

“Masuklah, kamu tidak punya pilihan lain.”

Dan gelandangan itu mendorongku. Aku terjerembab jatuh. Bau busuknya bukan main. Gorong-gorong itu segera tertutup dan kudengar gelandangan itu merebahkan diri di atasnya. Lampu sorot helikopter menembus celah gorong-gorong tapi tak cukup untuk melihatku. Kurabah senja dalam kantongku, cahayanya yang merah keemas-emasan membuat aku bisa melihat dalam kegelapan. Aku melangkah dalam gorong-gorong yang rupanya cukup tinggi juga. Kusibukkan kelelawar bergantungan yang entah mati entah hidup itu. Kulihat cahaya putih di ujung gorong-gorong. Air busuk mengalir setinggi lutut, namun makin ke dalam makin surut. Di tempat yang kering kulihat anak-anak gelandangan duduk-duduk maupun tidur-tiduran, mereka berserakan memeluk rebana dengan mata yang tidak memancarkan kebahagian.

Aku berjalan terus melangkahi mereka dan coba bertahan. Betapa pun ini lebih baik daripada harus menyerahkan senja Alina.

Di ujung gorong-gorong,di temapt cahaya putih itu, ada tangga menurun ke bawah. Kuikuti tangga itu. Cahaya semakin terang dan semakin benderang. Astaga. Kamu boleh tidak percaya Alina, tapi kamu akan terus membacanya. Tangga itu menuju ke mulut sebuah gua, dan tahukah kamu ketika aku keluar dari gua itu aku ada di mana? Di tempat persisi sama dengan tempat di mana aku mengambil senja itu untukmu Alina. Sebuah pantai dengan senja yang bagus:ombak,angin,dan kepak burung?tak lupa cahaya keemasan dan bias ungu pada mega-mega yang berarak bagaikan aliran mimpi. Cuma saja tidak ada lubang sebesar kartu pos. Jadi, meskipun persis sama,tapi bukan tempat yang sama.

Aku berjalan ke tepi pantai. Tenggelam dalam guyuran alam yang perawan. Nyiur tentu saja, matahari, dan dasat lautan yang bening dengan lidah ombak yang berdesis-desis. Tak ada cottage , tak ada barbeque, tak ada marina.

“semua itu memang tidak perlu. Senja yang bergetar melawan takdir membiaskan cahaya keemasan ke tepi semesta. Aku sering malu sendiri melihat semua itu. Alina, apakah semua itu mungkin diterjemahkan dalam bahasa?”

Sambil duduk di tepi pantai aku berpikir-pikir, untuk apakah semua ini kalau tidak ada yang menyaksikannya? Setelah berjalan ke sana ke mari aku tahu kalau dunia dalam gorong-gorong ini kosong melompong. Tak ada manusia, tak ada tikus, apalagi dinosaurus. Hanya burung yang terkepak, tapi ia sepertinya bukan burung yang bertelur dan membuat sarang. Ia hanya burung yang dihadirkan sebagai ilustrasi senja. Ia hanya burung berkepak dan berkepak terus disana. Aku tak habis pikir Alina, alam seperti ini dibuat untu apa? Untuk apa senja yang bisa membuat seseorang ingin jatuh cinta itu jika tak ada seekor dinosaurus pun menikmatinya? Sementara di atas sana orang-orang ribut kehilangan senja….

Jadi, begitulah Alina, kuambil juga senja itu. Kukerat dengan pisau Swiss yang selalu kubawa, pada empat sisinya, sehingga pada cakrawala itu terbentuk lubang sebesar kartu pos. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan aku melangkah pulang. Bumi berhenti beredar di belakangku, menjadi kegelapan yang basah dan bacin. Aku mendaki tangga kembali menuju gorong-gorong bumiku yang terkasih.

Sampai di atas, setelah melewati kalelawar bergantungan,anak-anak gelandangan berkaparan, dan air setinggi lutut, kulihat polisi-polisi helikopter sudah pergi. Gelandangan yang menolongku sedang tiduran di bawah tiang listrik sambil meniup saksofon.

Aku berjalan mencari mobilku. Masih terparkir dengan baik di supermarket. Nampaknya bahkan baru saja dicuci. Sambil mengunyah pizza segera kukebut mobilku menuju pantai. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan, lengkap dengan matahari,laut,pantai, dan cahaya keemasannya masing-masing, mobilku bagai memancarkan cahaya Ilhai. Sepanjang jalan layang, sepanjang jalan tol, kutancap gas dengan kecepatan penuh…

Alina kekasihku, pacarku, wanitaku.
Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi kemudian. Kupasang senja yang dari gorong-gorong pada lubang sebesar kartu pos itu dan ternyata pas. Lantas kukirimkan senja yang ?asli? ini untukmu, lewat pos.

Aku ingin mendapatkan apa yang kulihat pertama kali: senja dalam arti yang sebenarnya?bukan semacam senja yang ada di gorong-gorong itu.

Kini gorong-gorong itu betul-betul menjadi gelap Alina. Pada masa yang akan datang orang-orang tua akan bercerita pada cucunya tentang kenapa gorong-gorong menjadi gelap.Meraka akan berkisah bahwa sebenarnya ada alam lain di bawah gorong-gorong dengan matahari dan rembulannya sendiri, namun semua itu tida lagi karena seorang telah mengambil senja untuk menggantikan senja lain di atas bumi. Orang-orang tua itu juga akan bercerita bahwa senja yang asli telah dipotong dan diberikan oleh seseorang kepada pacarnya.

Alina yang manis, paling manis, dan akan selalu manis, Terimalah senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin membahagiakanmu. Awas hati-hati dengan lautan dan matahari itu, salah-salah cahayanya membakar langit dan kalau tumpah airnya bisa membanjiri permukaan bumi.

Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia.

–Cerpen Pililihan Kompas 1993

bila ingin mengetahui jawaban alina,
lanjut menuju link ini.. :D
jawaban alina
sumber : Sepotong Senja untuk pacarku